Thursday, February 23, 2012

RADIO UNTUK PERDAMAIAN

December 2, 2011 by  
Filed under YAKOMA-PGI

 

POKJA Hibualamo Halmaher Sedang Siaran Radio di Komunitas

Radio adalah media yang menggunakan suara dalam penyampaian informasi, bersifat langsung dan seketika. Karena itu, dibandingkan dengan media cetak, informasi yang disampaikan melalui radio lebih cepat tersebar di tengah-tengah masyarakat, dan dapat terus diperbarui.  Karena sifatnya audio (suara), maka radio juga lebih mampu mendorong pendengar untuk  mengembangkan imajinasinya sendiri.   Melalui komentarnya yang mengebu-gebu dengan artikulasi dan intonasi yang tepat, misalnya, seorang komentator sepakbola dapat membawa pendengar seolah-olah berada di stadion dan menonton langsung pertandingan tersebut.

Untuk wilayah yang relatif terpencil dan infrastruktur serta sarana transportasi  buruk, radio  merupakan media yang cocok untuk dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan informasi  komunitas-komunitas lokal.   Biayanya peralatan dan pengelolaannya juga relatif lebih murah.

Bertolak dari kebutuhan tersebut, YAKOMA-PGI bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Gereja – Gereja Masehi Injili di Halmahera (BUMG-GMIH)  menyelenggarakan Lokakarya Radio untuk Perdamaian tanggal 26-28 Agustus 2011 di Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara. Lokakarya ini diorganisir oleh POKJA Hibualamo, didukung oleh 2 (dua) radio lokal untuk praktik siaran bagi peserta yakni Radio Syalom dan Radio Suara Paksi Buana, dan diikuti 34 peserta (… perempuan dan …. laki-laki) penyiar radio lokal, penyiar radio pemula, dan mahasiswa. Sebagai wilayah yang pernah mengalami konflik sosial bersenjata di wilayah Duma-Galela tahun 1999-2000, GMIH bersama pemerintah daerah setempat terus berupaya memupuk budaya damai dan mengikis  potensi-potensi konflik sosial di Halmahera melalui penyelenggaraan   media yang berperspektif perdamaian, khususnya radio.

Perspektif Perdamaian

Itulah  sebabnya Lokakarya Radio ini menggunakan perspektif perdamaian. Halmahera adalah bekas wilayah konflik sosial. Topik perdamaian menjadi pokok perbincangan di awal Lokakarya. Apakah perdamaian itu? Apa kaitannya dengan  pluralisme yang menjadi syarat terciptanya perdamaian yang sejati dan berkelanjutan?

Dari hasil diskusi,  para peserta memahami pluralisme  sebagai:  (1) Interaksi sosial antarkelompok dalam suatu masyarakat; (2)  Menghormati keanekaragaman dan perbedaan  dalam masyarakat; (3) Mengembangkan hidup berdampingan dan berinteraksi yang dilakukan tanpa adanya keinginan untuk berkonflik. Setiap konflik atau benturan terjadi dapat diatasi dengan berdialog dan berupaya  menemukan solusi tanpa kekerasan serta  membangun kehidupan yang harmonis.  Dalam konteks ini, salah satu sarana untuk mengembangkan dialog adalah melalui  radio.

Pada tahap selanjutnya, peserta diajak untuk mengenal  perkembangan radio saat ini, yaitu radio dengan stasiun pemancar (radio konvensional) dan radio internet (radio streaming) dan bagaimana pembuatan radio streaming.

Perbedaan antara dua radio adalah :

Radio Konvensional

Radio Streaming

Jangkauan Terbatas – tergantung daya pemancar Tidak terbatas – dapat menjangkau dunia
Investasi TInggi Rendah
Perijinan Memerlukan izin Tidak perlu izin

Mengapa  Analisa Sosial?

Analisa sosial dipergunakan sebagai satu alat untuk memperjuangkan tujuan tertentu. Metode analisa sosial ini dipergunakan untuk menganalisa masalah sosial misalnya kemiskinan, pendidikan, lembaga sosial seperti sekolah, proyek pembangunan dan lain-lain. Untuk melakukan analisa sosial, para pihak yang berkepentingan menentukan dan memilih sasaran analisa, mengumpulkan fakta dan data  dan membuat deskripsi masalah yang lebih jelas. Deskripsi masalah tersebut dapat dikelompokkan ke dalam 3 soal  dalam kehidupan masyarakat, misalnya sosial budaya, ekonomi dan politik. Dari pengelompokan tersebut, dapat dianalisa secara mendalam dan menjadi bahan untuk menemukan kesimpulan tentang apa yang bisa dikerjakan secara perorangan atau per  kelompok.

Setelah mendapat penjelasan tentang analisa sosial, peserta dibagi ke dalam kelompok dan melakukan analisa sosial tentang masalah-masalah  sosial kemasyarakatan yang muncul di Halmahera Utara. Hasil analisa sosial ini akan menjadi bahan penyusunan materi siaran.

Selanjutnya peserta diperkenalkan dengan prinsip dasar penyiaran radio yaitu,

  1. Interaksi penyiar radio dengan pendengar hanya dengan suara. Karena itu  informasi yang disampaikan dengan konsep menyuarakan (bertutur). Penyusunan informasi  juga dilakukan dengan dengan konsep bertutur dan bukan  konsep membaca
  2. Radio bersifat  sekali dengar, sehingga informasi yang disampaikan harus bersifat jelas, sederhana, dan akurat. Dalam sekali ucap harus dapat dimengerti oleh pendengar dan tidak menimbulkan salah persepsi.

Menyusun Materi Siaran dalam Kelompok

Hasil-hasil analisa sosial oleh kelompok-kelompok dijadikan bahan untuk penyusunan materi siaran. Dibagi dalam 5 (lima) kelompok, para peserta coba menyusun materi siaran dan mempresentasikannya untuk ditanggapi oleh para peserta yang lain.  Masukan-masukan dari rekan-rekan peserta dan fasilitator digunakan untuk menyempurnakan materi siaran yang telah disusun  oleh kelompok-kelompok. Inilah yang dijadikan bahan siaran secara bergiliran di dua stasiun radio yaitu Radio Syalom dan Radio Suara Paksi Buana. Praktik siaran didampingi oleh penyiar dan operator teknis  kedua stasiun radio tersebut.

Rencana tindak lanjut dari lokakarya ini adalah melakukan  siaran rutin di kedua stasiun radio tersebut. Fasilitator dalam lokakarya ini antara lain Ir. Kris Hidayat (Format Radio dan Teknik Pembuatan Materi Siaran) dan Esrom Aritonang, Msi (Analisis Sosial).**

 

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!